Gaya Politik Sidoarjo Yang Sungguh Membagongkan : Ada Presiden, DPRD Malah Buat Acara Rapat Paripurna Sendiri
Baca Berita, Sidoarjo, 18 Maret 2025
Seakan tak bisa menemukan jadwal di hari yang lain, pada saat Presiden Prabowo datang mengunjungi Sidoarjo Senin (18/03), DPRD Kabupaten Sidoarjo malah menggelar Sidang Paripurna.
Lucunya sidang Paripurna yang dilakukan itu bukan hanya 1 acara sidang, akan tetapi acaranya diborong sampai 6 kali sidang.
Ketua Sidang Paripurna, H.Kayan S.H, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, yang memimpin sidang pun tak ayal melakukan buka tutup Sidang Paripurna dengan cara maraton.
" Sidang Dibuka dengan 41 satu anggota DPRD yang hadir... Memenuhi kuorum... Sidang ditutup...sidang dibuka..." Buka tutup Sidang dilakukan dengan cara maraton sampai 6 kali Sidang, lebih banyak dari pada minum obat dari dokter.
" Para anggota DPRD diminta untuk memilih Ketua Komisi 1 di ruang yang sudah ditentukan, waktunya 2 menit..." Kata H Kayan saat memberikan dead Line pemilihan Ketua Komisi. Sejumlah anggota DPRD pun keluar ruangan untuk memilih ketua Komisi 1 yang akan membahas Laporan Pertanggungjawaban Plh. Bupati tahun 2024 yang lalu.
Bupati Sidoarjo H. Subandi sendiri terpaksa mewakilkan kehadiran nya di acara sidang Paripurna tersebut kepada Wakil Bupati Mimik Idayana. Demikian juga Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo Abdullah Nasih, juga terpaksa tidak hadir dalam Sidang Paripurna karena terpaksa harus datang menghormati tamu Kepala Negara yang datang berkunjung dan bahkan meresmikan GOR Delta Sidoarjo.
Akan tetapi di tengah suasana jadwal agenda politik yang amburadul dan membagongkan seperti ini, sejumlah jurnalis yang meliput acara Sidang Paripurna justru bersyukur bisa ikut meliput acara Sidang Paripurna DPRD.
"Percuma datang ke GOR, mau meliput acara Presiden, paling diusir dan tidak boleh masuk," kata SS, salah satu jurnalis dari media online kepada jurnalis Baca Berita.
Keluhan jurnalis SS ini karena protokol Paspampres yang begitu sulit kompromi pada kerja kerja jurnalis lokal. Ditambah dengan campur tangan Dinas Kominfo Sidoarjo yang akhir+akhir ini sok sok an mengatur kerja-kerja para jurnalis tanpa mengindahkan eksistensi Undang Undang Pers.
Kerja kerja Paspampres dan Dinas Kominfo Sidoarjo yang hanya dibentuk oleh Perda itu, bahkan berani melawan amanah Undang Undang Pers, dengan berbagai alasan tidak jelas dan dibuat-buat gaya Politik otokrasi.
Padahal menghalangi tugas pers dalam sebuah negara demokrasi adalah delik Pidana dalam Undang Undang Pers. Sayangnya dalam realitas nya pers Republik hanya punya legalitas perlindungan Undang-undang, tapi tak ada lex specialist APH yang ditunjuk untuk khusus mengawal Lex specialist Undang-undang Jurnalis tersebut.
Dan memang dalam realitas di lapangan masih banyak oknum pejabat yang tidak faham apa itu demokrasi Pancasila dan apa bedanya dengan Otokrasi. Mengaku demokrasi tapi mempraktekkan otokrasi, sungguh membagongkan. Ketentuan Undang-undang dilanggar begitu saja dan tanpa rasa bersalah. Bahkan ketentuan Undang-undang saja dengan mudah diakali begitu saja.
" Ya kan memang kita punya jadwal sendiri? Yang tentu saja berbeda dengan jadwal yang digelar oleh Lembaga Kepresidenan... Dan itu biasa saja .... lembaga berbeda dan kebetulan juga jadwalnya berbenturan...." kata salah satu anggota DPRD Sidoarjo kepada Baca Berita Sidoarjo
Presiden Prabowo sendiri yang hadir di GOR Delta Sidoarjo atau GOR Deltras, hadir untuk meresmikan 17 Stadion lain di seluruh Indonesia, bersama dengan Stadion Gelora Delta Sidoarjo.
Presiden sebelumnya bertolak dari meresmikan fasilitas di lingkungan Smelter PT Freeport Indonesia di Kabupaten Gresik siang sebelum nya (18/03).
Fasilitas pengolahan lumpur anoda milik anak perusahaan Mind Id ini dibangun dengan total investasi mencapai USD630 juta atau setara dengan 10 triliun rupiah. Sebanyak 6.000 ton lumpur anoda per tahun, yang dibawa dari Papua akan diolah untuk menghasilkan 50 ton emas per tahun, 210 ton perak per tahun, dan 0,03 ton platinum per tahun. Pabrik pengolahan lumpur anoda terbesar di dunia ini juga mampu memproduksi 0,375 ton paladium per tahun, 285 ton selenium per tahun, 220 ton bismut per tahun, hingga 2.200 ton timbal per tahun.
Setelah meresmikan smelter raksasa pengolah emas dari anoda tembaga itu, Presiden pun bergerak ke Sidoarjo.
" Sekitar 50 Ton emas per tahun yang akan dihasilkan dari Smelter PT Freeport Indonesia ini." Kata salah satu staf humas PT Freeport Indonesia menegaskan kembali kapasitas produksi emas dan mineral berharga lain kepada Baca Berita.
Di Sidoarjo, Presiden ditemui oleh sejumlah undangan yang terdiri dari anak-anak peserta sekolah sepak bola, yang dihadirkan pada saat acara kedatangan Presiden tersebut Tak banyak masyarakat yang hadir menghadiri acara peresmian stadion oleh Presiden tersebut. Sejumlah Menteri Kabinet Prabowo Gibran ikut hadir dalam acara peresmian GOR ini. Hadir Menteri Erick Thohir, Menteri AHY, dan Mendagri Tito Karnavian. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa juga ikut hadir.
Presiden Prabowo menyebutkan bahwa Stadion yang dibangun dan diresmikan serentak di seluruh Indonesia adalah karya pembangunan yang dilakukan pada masa era Presiden Jokowi.
"Saya kebagian meresmikannya saja," kata Presiden Prabowo dengan canda nya yang khas.
Prabowo juga mengapresiasi keberhasilan pembangunan GOR yang sudah sesuai dengan standar internasional.
Meski menyisakan pernik-pernik ketidaksesuaian spek teknis pengerjaan karena dugaan penyelewengan, GOR Delta Sidoarjo sudah memenuhi standar FIFA.
Presiden menyinggung perlu nya semangat yang tinggi dalam menjalani prestasi sepakbola di dunia internasional. Stadion sudah memenuhi standar internasional FIFA, maka giliran selanjutnya adalah membangkitkan semangat para atlet sepak bola muda Indonesia.
Presiden tidak menyebut-nyebut berbagai dugaan penyelewengan yang menyertai pembangunan GOR Delta yang sempat viral di tengah masyarakat Sidoarjo.
" Ini spek lampunya bermasalah, ya ada yang lain itu yang dikemplang dalam pembuatan GOR ini.. Si Pak xxxxx (menyebutkan nama pejabat di Sidoarjo) tampaknya terlibat...." Kata salah satu anggota masyarakat yang tidak mau disebutkan namanya di sekitar GOR kepada jurnalis Baca Berita.
Sebanyak 17 Stadion di 9 Provinsi yang diresmikan secara bersamaan oleh Presiden
1. Stadion Bumi Sriwijaya, Kota Palembang, Sumatra Selatan
2. Indomilk Arena, Kab. Tangerang, Banten
3. Stadion Pakansari, Kab. Bogor
4. Stadion Wibawa Mukti, Kab. Bekasi
5. Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi
6. Stadion GBLA (Gelora Bandung Lautan Api), Gedebage, Bandung
7. Stadion Maguwoharjo, Kab. Sleman, DI Yogyakarta
8. Stadion Jatidiri, Kota Semarang
9. Gelora Bumi Kartini, Kab. Jepara
10. Stadion Kanjuruhan, Kab. Malang
11. Stadion Surajaya, Kab. Lamongan
12. Stadion Gelora Delta, Kab. Sidoarjo
13. Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Kab. Pamekasan
14. Stadion Joko Samudro, Kab. Gresik
15. Stadion Demang Lehman, Kab. Banjar, Kalimantan Selatan
16. Stadion Segiri, Samarinda, Kaltim
17. Stadion B.J. Habibie, Kota Parepare, Sulawesi Selatan
Tidak semua stadion yang diresmikan adalah stadion baru, sebagian stadion direnovasi dan disesuaikan dengan standar FIFA seperti GOR Delta Sidoarjo dan juga Stadion GBLA Gedebage Bandung. (BMAR)


