Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun : Imam Khamenei Gugur Dalam Serangan Amerika Serikat
Bandung, I Maret 2026
Serangan membabi buta Amerika Serikat yang telah dilakukan sejak Sabtu (28/02) diteruskan sampai Minggu (1/3). Setelah sahur Puasa Ramadhan, di waktu Subuh, serangan membabi buta Amerika Serikat menyasar kediaman ulama besar Iran, Imam Ali Khamenei (80 tahun).
Televisi pemerintah Iran mengumumkan meninggalnya pemimpin ulama tertinggi di Iran tersebut dengan penuh duka cita. Rakyat Iran yang mencintai ulama Imam Khamenei pun memenuhi jalan-jalan di Teheran tanpa rasa takut. Di tengah serangan dua negara sekaligus ke Iran. Serangan Amerika Serikat dan Serangan Israel, dua negara musuh bebuyutan yang terus menerus merongrong kedaulatan Iran.
Sesaat setelah serangan yang mengantarkan kesyahidan Imam Khamenei, situs kantor berita Irna, kembali down dan tidak bisa diakses. Situs internet ini mengalami down untuk yang kesekian kali. Padahal situs kantor berita Irna ini baru saja pulih beberapa puluh hari, setelah sebelumnya juga down pada saat Iran diguncang aksi unjuk rasa awal tahun 2026 yang lalu.
Imam Khamenei oleh media Barat dituduh melarikan diri pada saat terjadinya unjuk rasa besar-besaran yang menurut Imam Khamenei didanai oleh Amerika Serikat. Terbongkarnya aksi intelegence Amerika ini sempat membuat Presiden Trumph berang. Imam Khamenei juga mengkritik Amerika yang secara sembarangan menangkap Presiden Venezuela.
Tidak bisa memasuki wilayah Iran, satu-satunya cara Amerika membungkam suara Imam Khamenei adalah dengan menyerang kediaman ulama yang dipenuhi kesederhanaan itu.
"Membunuh saya itu apa gunanya, saya hanyalah seorang tua (usia 80 tahun) yang cacat (tangan kanan Imam Khamenei tidak berfungsi normal), membunuh saya tidak akan menghentikan semangat para pemuda Iran untuk terus berjuang melawan kedholiman, "kata Imam Khamenei.
Imam Khamenei bukanlah Presiden Iran, sebagaimana yang secara serampangan disebut-sebut oleh beberapa media pro Barat yang tidak memahami dengan benar posisi Imam Khamenei. Secara memalukan, media tersebut menyebut Imam Khamenei adalah Presiden Iran, padahal Imam Khamenei hanyalah seorang ulama yang tidak memiliki, bahkan pasukan perang. Bersama gugurnya Imam Khamenei hari ini (01/03) telah diumumkan juga 148 pelajar wanita yang tewas dihantam gelombang serangan Amerika dan Israel. Bahkan sekolah pun menjadi sasaran penyerangan kedua negara musuh bebuyutan Iran ini.
Membunuh Imam Khamenei diperkirakan akan menyulut kemarahan jamaah Imam Khamenei yang ada di seluruh dunia. Diperkirakan hal ini akan memaksa aksi terorisme dan gelombang kemarahan yang terjadi di seluruh dunia.
Beberapa jam setelah pengumuman resmi negara tentang gugurnya Imam Khamenei, gelombang kemarahan pertama meledak di Karachi Pakistan. Kantor perwakilan Amerika diserbu oleh massa yang marah. Sebanyak 9 orang warga dilaporkan tewas dalam aksi penyerangan kantor perwakilan Amerika Serikat tersebut. Diperkirakan gelombang kemarahan ini akan merebak ke berbagai lokasi baru dan akan memicu aksi terorisme yang mengerikan.
Banyak yang tidak memahami bagaimana struktur negara Iran dan posisi Imam Khamenei dalam struktur negara. Konsep al wilayatul al faqih yang dianut di Iran adalah konsep bernegara dengan menempatkan pertimbangan imam al faqih sebagai penasihat etika tertinggi. Jadi disamping fungsi eksekutif, yudikatif dan legislatif, dan juga media, di Iran diperkenalkan konsep al wilayatul al faqih, yang memberikan peran ulama dalam menentukan seluruh aspek etika dan moralitas di seluruh tingkatan demokrasi yang ada di dalam negara.
Presiden sebagai pemimpin kenegaraan tertinggi dipilih oleh rakyat Iran secara langsung melalui Pemilu. Akan tetapi KPU (Komisi Pemilihan Presiden) diwajibkan untuk mengajukan calon-calon Presiden yang akan tampil di Pemilu kepada al wilayatul al faqih terlebih dahulu. Imam al faqih akan melakukan seleksi moral dan etika para Calon Presiden terlebih dahulu. Calon yang gagal dalam seleksi calon Presiden dilarang untuk mengikuti Pemilu. Imam al Faqih adalah penentu utama Presiden yang memiliki akhlaq dan etika tertinggi yang akan dipilih oleh rakyat.
Dalam al wilayatul al faqih, rakyat dijaga dari memilih pemimpin yang sembarangan yang tidak terjaga moral dan akhlaqnya. Itulah fungsi dari konsep al wilayatul al faqih yang digunakan oleh Iran setelah meruntuhkan monarki Reza Pahlevi di dekade tahun 1970-an tersebut.
Membunuh Imam Al Faqih adalah kesalahan terbesar yang dilakukan, karena Imam Khamenei hanyalah pemimpin moral yang bahkan tidak memiliki kekuasaan apapun dalam mengendalikan negara.
Sejumlah pesan Penting Imam Khamenei
1. Agar Jangan lah Lupa Selalu Membaca Al Qur'an Setiap Hari Meski hanya Satu halaman Al Qur'an
2. Janganlah Lupa Meninggalkan Sholat Tahajjud
3. Temukanlah Syurga Yang ada Di Ibumu (Syurga Ada Di Bawah Telapak Kaki Ibumu)
Selamat jalan Imam Khamenei, Semoga Allah memaafkanmu, memberikan rahmat kepada mu, dan memberikan syurga kepada mu.
(Vijay)


