Program Lentera Dan 1000 Buah Judul Buku Karya Siswa SMP Negeri 2 Sedati

Program Lentera Dan 1000 Judul Buku Karya Siswa SMP Negeri 2 Sedati

 

 

Dorong Literasi Siswa, SMP Negeri 2 Sedati, Hadirkan Doktor Tirto Adi, Aliansi Wartawan On Line Sidoarjo (AWOS), Gelar Program Lentera Dan Menulis 1000 Judul Buku


Sidoarjo, Informatika News Line, 11/08/2025

Kepala SMP Negeri  2 Sedati, Siti Nafiah, S.Pd. mendapatkan pujian dan penghargaan yang tinggi dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo, Dr. Tirto Adi. Dedikasi dan kreativitas-nya dalam mendorong literasi siswa, membuahkan kegiatan yang bisa menjadi contoh bagi seluruh sekolah yang ada di seluruh Kabupaten Sidoarjo, bahkan mungkin bisa menjadi contoh kegiatan bagus untuk seluruh sekolah di tanah air.


" Meski Bu Kepala Sekolah masih S1, akan tetapi apa yang dilakukannya melebihi yang memiliki gelar yang lebih tinggi dari beliau..." canda Dr. Tirto Adi, sambil melirik Ibu Kepala Sekolah yang tersenyum simpul.

Penghargaan luar biasa ini disampaikan kepada Ibu Nafiah, karena menggelar kegiatan yang nantinya akan menghasilkan 1000 judul buku yang ditulis oleh semua siswa SMP Negeri 2 Sedati.

"Setiap siswa SMP Negeri 2 Sedati, dalam kegiatan yang digelar sejak tanggal 8 kemarin (Jum'at (8/8)) akan didorong untuk menulis 1 judul buku hasil karya tulis mereka sendiri, " kata Siti Nafiah S.Pd., " Akan ada 1000 judul buku yang masing-masing ditulis oleh satu siswa SMP Negeri 2 Sedati, yang akan dipersembahkan sebagai karya siswa pada acara Dies Natalis yang akan datang."

Program luar biasa dari SMP Negeri 2 Sedati ini membuat Dr. Tirto Adi yang biasanya terkenal sangat padat dengan jadwal kegiatannya sebagai Kepala Dinas, benar-benar meluangkan waktu hadir di SMP Negeri 2 Sedati.

"Saya baru dikabari tadi malam untuk hadir di acara ini lho.... Biasanya saya tidak akan bisa diundang mendadak seperti ini, karena jadwalnya yanhg sangat padat. Akan tetapi menurut saya acara ini luar biasa, ini kegiatan yang memang harus saya datang....." kata Dr. Tirto Adi yang sempat meraih kepala sekolah SMP terbaik nasional berturut-turut karena prestasi dan dedikasinya, sebelum akhirnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo. Menjadi Kepala Dinas, punya tugas mengatur ratusan ribu siswa sekolah di seluruh Kabupaten Sidoarjo. Di Sidoarjo sendiri ada 141.919 siswa SD, 58.814 siswa MI, dan 76.630 siswa SMP (Data BPS Kabupaten Sidoarjo) atau hampir 300 ribu siswa tingkat SD dan SMP yang ada di ratusan sekolah yang ada di seluruh Sidoarjo.

"Menulis itu akan meningkatkan literasi, memberikan pemahaman lebih.... dan program revolusioner yang dibawa oleh Bu Kepala Sekolah Siti Nafiah ini akan saya bawa ke ratusan sekolah yang ada di Sidoarjo untuk bisa menjadi contoh dan inspirasi bagi sekolah-sekolah tersebut." kata Dr. Tirto Adi.

"Saya sendiri sampai saat ini telah menulis 34 buah judul buku, akan tetapi tidak seberapa dibandingkan apa yang akan dikerjakan oleh siswa-siswa SMP Negeri 2 Sedati ini. Ada 1000 judul buku yang ditulis di usia masih sangat muda.....SMP, .... sungguh luar biasa..."


Dr. Tirto bercerita, bahwa dirinya sendiri, belajar menulis baru dimulai sejak semester 1, saat kuliah Perguruan Tinggi, dan berhasil dimuat di Harian Jawa Post setelah 1,5 tahun kemudian. Perlu perjuangan yang panjang untuk dapat dimuat tulisannya di Media Massa.

"Baru pada semester 3, akhirnya, tulisan saya dimuat di Jawa Post. dan mendapat honor menulis sebesar 600 ribu rupiah, untuk pertama kalinya. Tahun 1989 tulisan saya dimuat di Kompas dan mendapatkan honor 1,2 juta..."

Dr. Tirto menyoroti bagaimana integritas atau karakter yang baik itu menjadi hal yang terpenting dalam pendidikan. Dr. Tirto menyitir nasihat Lao Tzu, seorang yang bercahaya dari Tiongkok. yang nasihatnya kemudian disampaikan kembali oleh Perdana Menteri Inggris wanita pertama, MargarethThacher

watch your thoughts, they become your words, watch your words, they become your action,watch your action, they become your habits,watch your habits, they become your character, watch your character, in other word what you think you become  

sebuah nasihat yang sebenarnya disampaikan oleh Lao Tzu, terkait dengan nasib baik, yang akan diraih, oleh mereka, yang memiliki karakter yang baik. Lao Tzu adalah seorang yang mengajarkan Taoisme dari Tiongkok, nasihat terkenalnya adalah :

watch your thoughts, they become your words, watch your words, they become your action,watch your action, they become your habits,watch your habits, they become your character, watch your character, it become your destiny, 

Lao Tzu (570-470 SM)



Program Literasi Digital, Lentera

 

Dr. Tirto juga memperkenalkan para pembicara dari Aliansi Wartawan On Line Sidoarjo (AWOS), dan sejumlah pembicara dari Kapolresta Sidoarjo, yang juga diundang untuk menyampaikan Program Lentera (Lindungi Entitas Remaja dan Anak-anak di Lingkungan Sekolah).

“Program Lentera akan mengedukasi, dan menanamkan kesadaran dan nilai moral kepada siswa. Literasi digital, anti bullying, tertib lalu lintas, dan anti narkoba adalah pilar yang akan menjaga masa depan mereka, yang menjadi bagian dari pembentukan karakter yang baik." kata Dr. Tirto lebih lanjut.

Wartawan senior Sidoarjo, Ketua AWOS, Warsono, dan Sekjen AWOS, Babe Teguh, menyampaikan inti penting dari kegiatan Lentera yang bertujuan memberikan literasi digital yang cukup untuk seluruh siswa SMP Negeri 2 Sedati.

Kegiatan LENTERA akan berlanjut ke ratusan sekolah lain di Kabupaten Sidoarjo dan membangkitkan literasi digital bagi seluruh siswa Sidoarjo.

"Literasi digital ini adalah proses memahami bagaimana dunia cyber ini mampu membentuk karakter siswa yang baik. Mampu memilah informasi yang konstruktif dan membedakan nya dengan informasi hoax misalnya. " kata Babe Teguh.

"Dengan Program ini maka sasaran yang akan diraih adalah perlindungan pembinaan remaja serta anak-anak di lingkungan sekolah agar memiliki karakter positif, tangguh, dan siap menghadapi tantangan zaman." tambah Ketua AWOS, Warsono.


Warsono juga menjelaskan bahwa Lentera dirancang untuk memberikan edukasi yang menyeluruh dan aplikatif.

“Kami tidak hanya memberikan ceramah, tetapi juga mengajak siswa berdiskusi, bermain peran, dan mengikuti kuis agar materi mudah dipahami dan diingat,” kata Warsono selanjutnya.

Sementara itu pembicara dari Polresta Sidoarjo, IPDA Jayeng (Tim Kamseltibcar Polresta Sidoarjo) menekankan aspek keselamatan dan ketertiban lalu lintas serta bahaya narkoba.

“Anak-anak harus memahami sejak dini bahwa mengendarai motor tanpa SIM, tidak memakai helm, atau terlibat dalam narkoba bisa merusak masa depan. Pendidikan karakter seperti ini adalah investasi jangka panjang,” tegasnya.

Empat materi utama yang dibawakan dalam Program Lentera meliputi:

1. Literasi Digital – membekali siswa tentang etika di dunia maya, keamanan data pribadi, dan cara mengenali hoaks.

2. Anti Bullying – mengajarkan empati, sikap menghargai perbedaan, dan cara melaporkan perundungan.

3. Tertib Lalu Lintas – mengenalkan rambu, aturan menyeberang, pentingnya helm dan sabuk pengaman.

4. Anti Narkoba – memberi pemahaman tentang jenis narkoba, dampaknya, dan cara menolak ajakan.

Kegiatan ini dikemas secara interaktif, diselingi dengan simulasi dan permainan edukatif yang membuat siswa terlibat aktif.

"Siapa yang saat ini menjadi pengurus OSIS dan membawa motor ke sekolah... ayo silahkan maju ke depan ....Ketua Osisnya mana ini ....." kata Ipda Jayeng.

Sejumlah siswa pengurus OSIS yang hari itu membawa motor pun langsung diberikan nasihat di tempat oleh Ipda Jayeng.

"Adik-adik ini pasti gak punya SIM kan ?..... SIM itu baru diberikan pada usia 17 tahun. Kalau adik-adik siswa SMP ini, tentu saja, belum boleh membawa motor sendiri, apapun alasannya. Karena secara psikologi, memang jiwanya belum matang dan dewasa, selain tentunya melanggar aturan lalu lintas...... jangan diulangi lagi membawa motor sendiri di usia yang sekarang ini, .....itu melanggar hukum, karena memang belum cukup usia..."

"Nanti Ketua OSIS punya tanggung jawab untuk mengarahkan teman-temanya agar mematuhi ketentuan Undang-Undang lalu lintas..."

Pengurus AWOS berharap agar Program Lentera ini dapat terus digaungkan ke seluruh sekolah lain di Kabupaten Sidoarjo. Kolaborasi antara pemerintah, kepolisian, media, dan sekolah menjadi pondasi kuat untuk mewujudkan generasi muda yang berkarakter, cerdas, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Laporan : MIG

 

 

 

 

 

Redaksi

Previous Post Next Post